Sela Kerja

5 Aturan Berhubungan Asmara Di Kantor

5 Aturan Berhubungan Asmara Di Kantor

SelaKerja, BUMNInsight.co.id - Punya pacar di kantor memang sepertinya menyenangkan karena artinya Sobat iNsight bisa bertemu setiap hari. Tapi jika tak hati-hati, hubungan asmara di tempat kerja malah bisa meruntuhkan reputasi profesional Anda. Patuhi 5 aturan berikut ini agar asmara tetap lancar dan karier tak terganggu. 

1. Cek Peraturan Perusahaan
Beberapa perusahaan tak mengizinkan sesama karyawannya untuk menjalin hubungan, atau bahkan menikah. Jika perusahaan Sobat iNsight seperti ini, pikirkan baik-baik apakah hubungan Sobat iNsight hanya sekadar main-main atau memang serius? Apakah hubungan ini setimpal dengan sanksi yang akan Sobat iNsight dapatkan jika sampai ketahuan?
Kalau Sobat iNsight tak berniat serius, dan Sobat iNsight berisiko menghadapi sanksi skors atau pemecatan, lebih baik tak usah dilanjutkan. Tapi jika memang Sobat iNsight berniat menjalani hubungan dengan serius dan berakhir dengan pernikahan, mungkin ini saatnya memikirkan siapa yang nantinya harus mengundurkan diri dari perusahaan jika sudah waktunya. 

2. Tetapkan Aturan dari Awal
Saat Sobat iNsight dan pasangan sudah sepakat menjalin hubungan, buatlah komitmen dan peraturan yang harus sama-sama dipatuhi. Sebagai contoh, jika Sobat iNsight dan pasangan memilih merahasiakan hubungan ini, tetapkan siapa saja orang-orang kantor yang boleh tahu.
Penting pula mengatur bagaimana Sobat iNsight berinteraksi dengan pasangan di tempat kerja, misalnya tidak boleh ada panggilan sayang, tidak boleh ada pembicaraan pribadi selain pada jam istirahat, tidak boleh mencampuri urusan pekerjaan masing-masing, dan hal-hal lain yang Sobat iNsight pikir akan berpotensi menyulut gosip di tempat kerja, maupun menyulut emosi di hubungan Sobat iNsight. 

3. Beri tahu atasan
Jika perusahaan mengizinkan hubungan asmara antar-karyawan, memang tak perlu menyembunyikan status Sobat iNsight. Tapi juga tak perlu gembar-gembor ke seisi kantor, apalagi kalau hubungan tersebut tidak serius. Namun jika memang serius, ada baiknya pastikan atasan Sobat iNsight tahu lebih dulu dari Sobat iNsight sendiri, dan bukan dari embusan gosip. Cukup beri tahu secara kasual, sembari meyakinkan atasan bahwa fakta ini tak akan mempengaruhi kinerja Sobat iNsight dan pasangan.

4. Saat di Kantor, Pasangan Adalah Kolega
Pastikan Sobat iNsight dan pasangan sama-sama bisa berperilaku profesional selama di kantor. Sepanjang jam kerja, lupakan bahwa Sobat iNsight adalah sepasang kekasih. Status Sobat iNsight hanyalah 100% rekan kerja. Hindari berdiskusi masalah pribadi di kantor, dan bermesraan selama jam kerja is a big no-no. Setelah jam kerja berakhir, silakan kembali ke Lovers Mode: ON. 

5. Masalah di Rumah Bukan Masalah di Kantor
Ada masanya pasangan semesra apapun terlibat dalam pertengkaran. Jika ini terjadi, lupakan sejenak saat kaki sudah melangkah masuk gedung kantor. Jalin hubungan kerja yang baik dan profesional dengan pasangan, meskipun sebagai pacar sebenarnya Sobat iNsight masih ngambek. Pisahkan masalah pribadi dengan hubungan kerja. Begitu pun sebaliknya, masalah di tempat kerja sebaiknya jangan dibahas di waktu pribadi di luar kantor. Sobat iNsight dan pasangan bertemu seharian penuh di kantor, dan jika sudah saatnya untuk berduaan, masak topik obrolannya pekerjaan lagi?

 


Sobat iNsight Benar-Benar Yakin? Pikirkan Endingnya
Bukannya pesimis, tapi ada kemungkinan hubungan cinta Sobat iNsight tidak berakhir bahagia. Putus cinta sudah cukup berat, apalagi jika Sobat iNsight masih harus bertemu dan bekerja bersama mantan pacar setiap hari. Bagus jika Sobat iNsight dan mantan bisa berteman baik dan kembali menjalin hubungan kerja profesional, tapi tidak jarang juga situasi ini membuat salah satunya tak tahan dan memilih mengundurkan diri dari perusahaan hanya supaya tak bertemu lagi dengan mantan.

Sobat iNsight pernah memiliki pengalaman seperti ini? Bagikan pengalaman Sobat iNsight di social media BUMNinsight.