BAGAS ANGKASA, Direktur Utama PTPN III

Sinergi Solid Untuk Maju

Sinergi Solid Untuk Maju

Foto: BUMN Insight/Nick Hanoatubun

BUMN Insight, Medan - Meskipun menyimpan potensi untuk berkembang menjadi perusahaan skala raksasa, holding perkebunan masih mempunyai sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibereskan. Berikut petikan wawancara BUMN Insight kepada Direktur Utama PTPN III Bagas Angkasa, sebagai champion holding dari holding perkebunan, di Medan, pertengahan November lalu.

Sejauh mana urgensi pembentukan Holding BUMN Perkebunan?
Kalau ditanya penting atau tidak penting, pembentukan Holding BUMN Perkebunan sangat penting. Kalau kita lihat, beberapa perusahaan swasta yang besar itukan bentuknya hold- ing. Rencana pembentukan holding BUMN perkebunan sendiri, panjang sekali yaitu mulai zaman menteri BUMN masih Pak Tanri Abeng, hingga Pak Dahlan Iskan. Setidaknya telah 12 tahun sampai akhirnya holding benar-benar terbentuk.

Tantangan memimpin holding?
Holding ini menggabungkan 14 PTPN dengan jenis tanaman hingga kinerja yang berbeda-beda. Ini adalah sebuah tantangan. Karenanya kami akan melakukan mapping termasuk dalam hal bisnis. Kalau sudah seragam kan nanti bisa lebih e?sien.

Butuh support pemerintah?
Kami ingin ada keputusan apakah kami (PTPN III) tetap champion atau mau dijadikan seperti holding pupuk, yakni dengan membentuk new company. Jika seperti itu berarti PTPN III akan di spin off sehingga statusnya juga menjadi anak usaha seperti yang lainnya. Sampai saat ini bentuk Holding BUMN Perkebunan, masih dalam bentuk champion, PTPN III sebagai induk dari 13 PTPN yang lain.

Tapi apa pun bentuknya, dengan holding ini akan terjadi harmonisasi untuk mengoptimalkan seluruh potensi. Dengan demikian bisa meningkatkan pro?tabilitas yang rendah, produksi dan produktivitas yang di bawah standar, serta perluasan areal dan mengejar pengembangan usaha yang terlambat. Masalah sinergi antar BUMN perkebunan yang belum selaras, dan bargaining position pemasaran yang lemah, juga akan bisa dipecahkan.

Bagaimana kesiapan PTPN III?
Saat akan ditunjuk menjadi induk, tentu ada kriteria-kriteria dan yang menentukan Kementerian BUMN. Mungkin kami yang dianggap mampu dan pantas. Kalau dilihat selama ini, menurut saya PTPN III dan PTPN IV yang bisa dibilang kuat cash?ow maupun kinerja keuangan dibandingkan PTPN lainnya.

Apa yang akan dilakukan PTPN III sebagai leader holding?
Sebagai induk holding BUMN perkebunan, langkah yang diambil oleh PTPN III dari sisi internal adalah pertama, mempersiapkan organisasi baik sumber daya manusia, manajemen, dan struktur organisasi. Kedua, melakukan sosialisasi mengenai holding kepada stakeholder agar semua mendapatkan informasi yang benar dan jelas.Ketiga, mempersiapkan sumber daya yang dimiliki oleh PTPN III dan PTPN lainnya dalam implementasi roadmap holding BUMN perkebunan.

BUMN perkebunan mempunyai luas areal, potensi tanaman dan sumber daya manusia dengan keunggulan dan keunikan masing-masing. Maka, bayangkan jika potensi ini digabungkan, akan menjadi suatu kekuatan permodalan dan sumber daya yang hebat.

BUMN perkebunan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Jika kelebihan ini bisa diimplementasikan melalui knowledge and technology sharing, maka kekurangan di tempat yang lemah akan tertutupi. BUMN perkebunan akan membangun sinergitas yang solid dan kuat untuk bersama maju ke depan.

Apa saja agenda strategis yang sudah disiapkan?
Dalam jangka pendek, peningkatan produktivitas dan potensi tanaman adalah suatu keharusan. Ini bertujuan untuk menghasilkan laba semaksimal mungkin. Untuk jangka panjang diproyeksikan peningkatan nilai perusahaan melalui diversi?kasi usaha dan hilirisasi usaha. Termasuk peningkatan image perusahaan untuk menjadi world class company.

Langkah strategis yang sedang dalam proses adalah persiapan semua aspek terkait holding perkebunan seperti aspek hukum, aspek keuangan, dan aspek sistem manajemen. Untuk itu dilakukan due diligence atau uji tuntas terhadap semua aspek yang terkait persiapan tersebut. Dari hasil uji tuntas tersebut, nantinya akan dilakukan restrukturisasi keuangan bagi anak perusahaan di bawah holding BUMN perkebunan, yang mencakup solusi bagi anak perusahaan, penyehatan likuiditas, evaluasi dan monitoring pasca penyehatan.

Ke depan, holding akan mengimplementasikan strategis yang paling tepat untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan. Sasaran roadmap jangka pendek adalah penyehatan terhadap PTPN yang mengalami kesulitan, melalui peningkatan produktivitas dan potensi tanaman serta penyehatan keuangan. Sasaran roadmap jangka panjang, akan dilakukan revitalisasi tanaman dan pengembangan usaha yang strategis baik melalui diversi?kasi bisnis maupun hilirasasi usaha.

Pengembangannya akan per sektor?
Saat dulu proses pembentukan holding, perdebatannya panjang soal apakah holding BUMN perkebunan akan disesuaikan per komoditi karena ada beberapa yang sama. Atau akan dibuat per wilayah saja. Hingga akhirnya dibuat holding yang menyeluruh seperti saat ini.

Kebijakannya yang kami atur. Nanti kami akan membuat semacam standarisasi, misalkan dalam hal replanting karet dengan bibit jenis apa. Dengan riset perkebunan, kita tentukan untuk di daerah apa menggunakan apa. Akan ada standarisasi, termasuk pengadaannya.

Apa saja yang masih akan dikuatkan?
Untuk komoditi, saat ini pada umumnya kita kan raw material yang masih rentan ?uktuasi harga. Pengembangan akan disesuaikan dengan kapasitas dan peluang masing-masing. Artinya PTPN akan saling menguatkan.

Bagaimana kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015?
Holding BUMN perkebunan sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015. Kita tidak boleh terlambat dalam menyambut momentum tersebut. Sinergitas antar PTPN dalam wadah holding BUMN perkebunan, nantinya membuat posisi tawar atau bargaining power, pemasaran produk semua komoditas holding, akan semakin kuat.

Dalam membangun sinergi yang solid dan kuat, keselarasan semua aspek korporasi adalah penting. Mulai dari level top management hingga ke level terbawah harus mempunyai pemahaman yang sama untuk mencapai tujuan. Diperlukan usaha bersama dari semua personil di setiap lini.

Holding BUMN perkebunan, akan membangun budaya korporasi yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Sosialisasi menjadi kunci penting untuk mencapai percepatan keselarasan budaya korporasi tersebut. Holding BUMN perkebunan, akan memperkuat masing-masing PTPN untuk menghadapi tantangan dunia usaha. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan posisi dan kekuatan masing-masing PTPN.

Bagaimana kontribusi holding untuk masyarakat?
Peningkatan kinerja holding, akan memberikan kontribusi berupa peningkatan dividen dan pajak bagi negara serta, peningkatan bagi masyarakat melalui program corporate social responsibility.

Roadmap ke depan, holding akan mengembangkan usaha-usaha strategis baru yang nantinya akan menyerap banyak tenaga kerja. Harapan kami, holding akan memberikan kontribusi lebih bagi negara secara umum dan bagi masyarakat sekitar secara khusus. Untuk itulah, kami memerlukan dukungan dari semua stakeholders

(mar)