Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN

Pemerintah Tambah Dana PMN

Pemerintah Tambah Dana PMN

Foto: BUMN Insight/Nick Hanoatubun

BUMN Insight, Jakarta - Pemerintah akan memberikan dana tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada sejumlah BUMN dalam upaya mengoptimalkan kinerja BUMN yang bergerak di sektor pelayanan hajat hidup orang banyak, mulai dari pangan, infrastruktur, maritim, kedirgantaraan, hingga pertahanan.

Jumlah dana yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 74,9 triliun. Menteri BUMN, Rini Soemarno mengaku sudah menyampaikan daftar perusahaan BUMN penerima PMN kepada DPR untuk mendapat persetujuan.

BUMN penerima PMN di antaranya Perum Bulog, PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Nusantara, Perum Perikanan Indonesia, PT Garam, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PT PNM.

Selanjutnya PT Angkasa Pura (AP) II, PT ASDP, PT Pelni, PT Djakarta Lloyd, PT Hutama Karya, Perum Perumnas, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Kapal Indonesia, PT Pelindo IV, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Kemudian PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Pindad, PT Krakatau Steel Tbk, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), serta PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Ada BUMN yang mendapatkan PMN sangat besar, yakni PT SMI sebesar Rp 20,356 triliun atau jauh meningkat dibanding alokasi APBN 2014 sebesar Rp 2 triliun.

Namun demikian sepuluh dari sebelas fraksi yang hadir dalam Rapat Kerja Komisi XI bersama Pemerintah terkait Pembahasan PMN sehari sebelumnya, Rabu 28 Januari 2015 belum menyetujui niat baik pemerintah tersebut.

DPR belum melihat adanya urgensi alasan yang mendesak yang dapat dijelaskan pemerintah dalam memberikan PMN dengan nilai yang meningkat sepuluh kali lipat.